Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

KEKURANGAN VOLUME CAIRAN


KEKURANGAN VOLUME CAIRAN
Definisi: Keadaan individu yang mengalami penurunan cairan intravaskuler, interstisial, dan atau intrasel. Diagnosis ini merujuk ke dehidrasi yang merupakan kehilangan cairan saja tanpa perubahan dalam natrium.

Batasan karakteristik :

§   Perubahan status mental
§   Kelemahan
§   Penurunan turgor kulit
§   Penurunan turgor lidah
§   Kulit / membran mukosa kering
§   Frekuensi nadi meningkat
§   Penurunan tekanan darah
§   Penurunan volume nadi
§   Penurunan tekanan nadi
§   Penurunan pengisian vena
§   Penurunan haluaran urine
§   Konsentrasi urine meningkat
§   Suhu tubuh meningkat
§   Hematokrit meningkat
§   Penurunan berat badan tiba – tiba


Faktor yang berhubungan
§  Kehilangan volume cairan aktif
§  Kegagalan dalam mekanisme pengaturan

Kriteria Evaluasi (NOC) :
  • Keseimbangan elektrolit dan asam basa
  • Keseimbangan cairan
  • Hidrasi
  • Status nutrisi : intake makanan dan cairan

Intervensi Keperawatan (NIC):

  • Pencegahan perdarahan
  • Pengurangan perdarahan
  • Manajemen elektrolit
  • Pemantauan elektrolit
  • Manajemen Cairan
  • Pemantauan Cairan
  • Terapi Intra Vena
  • Manajemen Syok : Volume


IKTERIK NEONATUS


IKTERIK NEONATUS
Defenisi: Warna kuning orange pada kulit neonatus dan membran mukosa yang terjadi setelah 24 jam lahir sebagai akibat dari tidak terkonyugasinya bilirubin dalam sirkulasi.

Batasan Karakteristik:
·         Profil darah abnormal (hemolisis, total serum bilirubin > 2 mg/dl, kelainan turunan, total serum bilirubin dalam rentang resiko tinggi )
·         Luka memar pada kulit yang abnormal
·         Kulit bewarna kunig keorangean
·         Sklera warna kuning

Faktor yang berhubungan:
·         Kehilangan berat badan abnormal (> 7-8% pada bayi baru lahir yang disusui, 15% pada bayi term)
·         Pola menyusui yang tidak baik
·         Kesulitan pada transisi ke kehidupan ekstrauterine
·         Bayi umur 1-7 hari
·         Terlambatnya pengeluaran mekonium

GANGGUAN MENELAN


GANGGUAN  MENELAN
Defenisi: Fungsi abnormal dari hubungan mekanisme penelanan dengan kekurangan di mulut, pharing, atau struktur dan fungsi esofagus.

Batasan Karakteristik :
1.      Gangguan Tahap Esopagus
§  Tahap esopagus tidak normal  dalam belajar menelan
§  Bau nafas asam
§  Bruxism
§  Keluhan seperti tertusuk sesuatu
§  Nyeri epigastrik
§  Penolakan makanan
§  Rasa panas dalam perut
§  Hematemesis
§  Pembesaran kepala (selama melengkung atau setelah makanan)
§  Bangun pada malam hari
§  Batuk pada malam hari
§  Memperhatikan tanda-tanda dari kesulitan menelan ( seperti berhentinya makanan pada rongga perut, batuk/tersedak)
§  Odynophagia
§  Pemuntahan kembali isi lambung (bersedawa air)
§  Menelan berulang-ulang
§  Kemarahan yang tidak jelas pada waktu makan
§  Pembatasan jumlah
§  Muntah
§  Muntah pada bantal

2.      Gangguan Tahap Oral
§  Ketidaknormalan tahap oral dalam belajar menelan
§  Tersedak sebelum menelan
§  Batuk sebelum menelan
§  Mengiler
§  Keluarnya makanan dari mulut
§  Mendorong makanan keluar dari mulut
§  Hambatan sebelum menelan
§  Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
§  Tidak sempurnanya penutupan mulut
§  Tidak dapat mengunyah
§  Tidak dapat aksi lidah dalam bentuk bolus
§  Lama makan dengan konsumsi yang sedikit
§  Reflux nasal
§  Deglutinasi secara terus-menerus
§  Pengelompokan pada sulci lateral
§  Tempat masuk bolus prematur
§  Sialorrhea
§  Pembentukan bolus lambat
§  Kelemahan menghisap menghasilkan efisiensi puting susu

3.      Gangguan Tahap Paring
§  Ketidaknormalan tahap paring dalam menelan
§  Merubah posisi kepala
§  Tersedak
§  Batuk
§  Lambat menelan
§  Penolakan makanan
§  Muntah
§  Kualitas suara batuk

Kriteria Evaluasi (NOC):
  • Status Menelan
  • Status Menelan: Tahap Esopagus
  • Status Menelan: Tahap Oral
  • Status Menelan: Tahap Paring

Intervensi Keperawatan (NIC)
  • Pengisapan Jalan Udara                                             
  • Tindakan Pencegahan Aspirasi                      
  • Melakukan Relaksasi Otot
  • Pengawasan
  • Terapi Menelan