KEKURANGAN VOLUME CAIRAN


KEKURANGAN VOLUME CAIRAN
Definisi: Keadaan individu yang mengalami penurunan cairan intravaskuler, interstisial, dan atau intrasel. Diagnosis ini merujuk ke dehidrasi yang merupakan kehilangan cairan saja tanpa perubahan dalam natrium.

Batasan karakteristik :

§   Perubahan status mental
§   Kelemahan
§   Penurunan turgor kulit
§   Penurunan turgor lidah
§   Kulit / membran mukosa kering
§   Frekuensi nadi meningkat
§   Penurunan tekanan darah
§   Penurunan volume nadi
§   Penurunan tekanan nadi
§   Penurunan pengisian vena
§   Penurunan haluaran urine
§   Konsentrasi urine meningkat
§   Suhu tubuh meningkat
§   Hematokrit meningkat
§   Penurunan berat badan tiba – tiba


Faktor yang berhubungan
§  Kehilangan volume cairan aktif
§  Kegagalan dalam mekanisme pengaturan

Kriteria Evaluasi (NOC) :
  • Keseimbangan elektrolit dan asam basa
  • Keseimbangan cairan
  • Hidrasi
  • Status nutrisi : intake makanan dan cairan

Intervensi Keperawatan (NIC):

  • Pencegahan perdarahan
  • Pengurangan perdarahan
  • Manajemen elektrolit
  • Pemantauan elektrolit
  • Manajemen Cairan
  • Pemantauan Cairan
  • Terapi Intra Vena
  • Manajemen Syok : Volume


IKTERIK NEONATUS


IKTERIK NEONATUS
Defenisi: Warna kuning orange pada kulit neonatus dan membran mukosa yang terjadi setelah 24 jam lahir sebagai akibat dari tidak terkonyugasinya bilirubin dalam sirkulasi.

Batasan Karakteristik:
·         Profil darah abnormal (hemolisis, total serum bilirubin > 2 mg/dl, kelainan turunan, total serum bilirubin dalam rentang resiko tinggi )
·         Luka memar pada kulit yang abnormal
·         Kulit bewarna kunig keorangean
·         Sklera warna kuning

Faktor yang berhubungan:
·         Kehilangan berat badan abnormal (> 7-8% pada bayi baru lahir yang disusui, 15% pada bayi term)
·         Pola menyusui yang tidak baik
·         Kesulitan pada transisi ke kehidupan ekstrauterine
·         Bayi umur 1-7 hari
·         Terlambatnya pengeluaran mekonium

GANGGUAN MENELAN


GANGGUAN  MENELAN
Defenisi: Fungsi abnormal dari hubungan mekanisme penelanan dengan kekurangan di mulut, pharing, atau struktur dan fungsi esofagus.

Batasan Karakteristik :
1.      Gangguan Tahap Esopagus
§  Tahap esopagus tidak normal  dalam belajar menelan
§  Bau nafas asam
§  Bruxism
§  Keluhan seperti tertusuk sesuatu
§  Nyeri epigastrik
§  Penolakan makanan
§  Rasa panas dalam perut
§  Hematemesis
§  Pembesaran kepala (selama melengkung atau setelah makanan)
§  Bangun pada malam hari
§  Batuk pada malam hari
§  Memperhatikan tanda-tanda dari kesulitan menelan ( seperti berhentinya makanan pada rongga perut, batuk/tersedak)
§  Odynophagia
§  Pemuntahan kembali isi lambung (bersedawa air)
§  Menelan berulang-ulang
§  Kemarahan yang tidak jelas pada waktu makan
§  Pembatasan jumlah
§  Muntah
§  Muntah pada bantal

2.      Gangguan Tahap Oral
§  Ketidaknormalan tahap oral dalam belajar menelan
§  Tersedak sebelum menelan
§  Batuk sebelum menelan
§  Mengiler
§  Keluarnya makanan dari mulut
§  Mendorong makanan keluar dari mulut
§  Hambatan sebelum menelan
§  Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
§  Tidak sempurnanya penutupan mulut
§  Tidak dapat mengunyah
§  Tidak dapat aksi lidah dalam bentuk bolus
§  Lama makan dengan konsumsi yang sedikit
§  Reflux nasal
§  Deglutinasi secara terus-menerus
§  Pengelompokan pada sulci lateral
§  Tempat masuk bolus prematur
§  Sialorrhea
§  Pembentukan bolus lambat
§  Kelemahan menghisap menghasilkan efisiensi puting susu

3.      Gangguan Tahap Paring
§  Ketidaknormalan tahap paring dalam menelan
§  Merubah posisi kepala
§  Tersedak
§  Batuk
§  Lambat menelan
§  Penolakan makanan
§  Muntah
§  Kualitas suara batuk

Kriteria Evaluasi (NOC):
  • Status Menelan
  • Status Menelan: Tahap Esopagus
  • Status Menelan: Tahap Oral
  • Status Menelan: Tahap Paring

Intervensi Keperawatan (NIC)
  • Pengisapan Jalan Udara                                             
  • Tindakan Pencegahan Aspirasi                      
  • Melakukan Relaksasi Otot
  • Pengawasan
  • Terapi Menelan