Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

ASUHAN KEPERAWATAN BRONKOPNEUMONIA DENGAN NANDA, NOC, NIC


A.     PENGERTIAN
Bronkopneumonia adalah peradangan pada diding bronkus kecil disertai atelektasis daerah percabangannya.

B.     ETIOLOGI
·   Bakteri streptokokus pneumonia, hemofilus influenza, mycobacterium tuberculosis.
·   Virus : RSV, adenovirus, cytomegalovirus, virus influenza.

C.     TANDA DAN GEJALA
·   Suhu naik mendadak sampai 40 C  kadang disertai kejang demam tinggi.
·   Gelisah.
·   Sesak nafas dan cyanosis sekunder hidung dan mulut, pernafasan cuping hidung,retraksi dinding dada.
·   Kadang disertai muntah dan diare
·   Batuk produktif disertai dahak.

D.     PATOFISIOLOGI
Bronkopnemonia diawali dengan masuknya kuman kejaringan paru-paru melalui saluran pernafasan dari atas u/ mencapai bronkiolus kemudian kealveolus sekitarnya secara makroskopi.Kelainan yang timbul berupa bercak konsulidasi yang tersebar pada dua paru. Secara mikroskopi reaksi radang tampak meliputi dinding bronkus/bronkiolus, lumen terisi eksudat dan sel epitel rusak, rongga alveolus sekitarnya penuh dengan neutropil dan sedikit eksudat fibrinosa. Penyembuhan biasanya tidak sempurna, dinding bronkus / bronkiolus yang rusak mengalami fibrosis dan pelebaran sehingga dapat menimbulkan bronkhiektasis.

E.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
·   Foto thorak u/ melihat adanya infeksi diparu
·   AGD  u/ mengetahui status kardiopulmoner b/d oksigenasi ( pa co2 menurun).
·   HJL u/ menetapkan adanya anemia, infeksi, biasanya leukosit meningkat 15.000- 40.000/m3, LED meningkat.
·   Status spirometri u/ mengkaji udara yang diinspirasi.
·   Bronkoskopi
·   Biopsi paru, Kultur darah.

F.      MANAJEMEN THERAPI
·   Bronkopneumonia berat harus rawat inap
·   Lakukan suction.
·   Oksigenasi yang adekuat.
·   Cairan yg cukup (ntra vena).
·   Diet TKTP , bila pasien sesak nafas lebih baik personde (NGT).
·   Bila ada asidosis koreksi dengan Na Bicnat 1 mEq/kg BB.
·   Medikamentosa.
·   Fisioterapi .

G.     DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL :
  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d banyaknya scret mucus
  2. Risiko aspirasi b/d tidak efektifnya refllek menelan.
  3. Perfusi jaringan tidak efektif b/d kerusakan transport oksigen melalui alveolar dan atau membran kapiler
  4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh  b/d ketidak  mampuan pemasukan b.d faktor biologis.
  5. Risiko infeksi b/d penurunan imunitas tubuh, prosedur invasive.
  6. Kurang pengetahuan keluarga berhubungan dengan kurang paparan dan keterbatasan kognitif keluarga.
  7. Cemas anak / keluarga b / d krisis situasional, hospitalisasi RS

RENPRA BRONKOPNEMONIA


No
Diagnosa
Tujuan
Intervensi
1
Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d banyaknya scret mucus

Setelah dilakukan askep … jam Status respirasi: terjadi kepatenan jalan nafas dg KH:Pasien tidak sesak nafas, auskultasi suara paru bersih,              tanda vital dbn.
Airway manajemenn
·   Bebaskan jalan nafas dengan posisi leher ekstensi jika memungkinkan.
·   Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·   Identifikasi pasien secara actual atau potensial untuk membebaskan jalan nafas.
·   Pasang ET jika memeungkinkan
·   Lakukan terapi dada jika memungkinkan
·   Keluarkan lendir dengan suction
·   Asukultasi suara nafas
·   Lakukan suction melalui ET
·   Atur posisi untuk mengurangi dyspnea
·   Monitor respirasi dan status oksigen jika memungkinkan

Airway Suction
·   Tentukan kebutuhan suction melalui oral atau tracheal
·   Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suction
·   Informasikan pada keluarga tentang suction
·   Masukan slang jalan afas melalui hidung untuk memudahkan suction
·   Bila menggunakan oksigen tinggi (100% O2) gunakan ventilator atau rescution manual.
·   Gunakan peralatan steril, sekali pakai untuk melakukan prosedur tracheal suction.
·   Monitor status O2 pasien dan status hemodinamik sebelum, selama, san sesudah suction.
·   Suction oropharing setelah dilakukan suction trachea.
·   Bersihkan daerah atau area stoma trachea setelah dilakukan suction trachea.
·   Hentikan tracheal suction dan berikan O2 jika pasien bradicardia.
·   Catat type dan jumlah sekresi dengan segera


2
Risiko aspirasi b/d tidak efektifnya refllek menelan.
Setelah dilakukan askep … jam tidak terjadi aspirasi dg KH;
·      Terjadi peningkatan reflek menelan
·      Toleransi thdp intake oral & sekresi tanpa aspirasi
·      Jalan nafas bersih.
Pencegahan aspirasi
·      Cek residu sebelum pemberian M/M / NGT
·      Monitor td aspirasi selama proses pemberian M/M ( batuk, tersedak, saliva)
·      Monitor tingkat kesadaran, reflek batuk, reflek menelan dan kemampuan menelan
·      Monitor status paru dan V/S
·      Berikan oxigenasi
·      Kolaborasi u/ terapi okupasi
·      Ajarkan pada keluarga cara memberikan M/M
3
Perfusi jaringan tidak efektif b/d kerusakan transport oksigen melalui alveolar dan atau membran kapiler

Setelah dilakukan askep … jam terjadi peningkatan Status sirkulasi
Dg KH:  Perfusi jaringan adekuat, tidak ada edem palpebra, akral hangat, kulit tdk pucat, urin output adekuat respirasi normal.
perawatan sirkulasi : arterial insuficiency
·   Lakukan penilaian secara komprehensif fungsi sirkulasi periper. (cek nadi priper,oedema, kapiler refil, temperatur ekstremitas).
·   Evaluasi nadi, oedema
·   Inspeksi kulit dari luka
·   Palpasi anggota badan dengan lebih
·   Kaji nyeri
·   Atur posisi pasien, ekstremitas bawah lebih rendah untuk memperbaiki sirkulasi.
·   Berikan therapi antikoagulan.
·   Rubah posisi pasien jika memungkinkan
·   Monitor status cairan intake dan output
·   Berikan makanan yang adekuat untuk menjaga viskositas darah

4
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh  b/d ketidak      mampuan pemasukan b.d faktor biologis
Setelah dilakukan askep .. jam terjadi peningkatan status nutrisi dg KH:
·      Mengkonsumsi nutrisi yang adekuat.
·      Identifikasi kebutuhan nutrisi.
·      Bebas dari tanda malnutrisi.
Managemen nutrisi
·      Kaji pola makan klien
·      Kaji kebiasaan makan klien dan makanan kesukaannya
·      Anjurkan pada keluarga untuk meningkatkan intake nutrisi dan cairan
·      kelaborasi dengan ahli gizi tentang kebutuhan kalori dan tipe makanan yang dibutuhkan
·      tingkatkan intake protein, zat besi dan vit c
·      monitor intake nutrisi dan kalori
·      Monitor pemberian masukan cairan lewat parenteral.

Nutritional terapi
§  kaji kebutuhan untuk pemasangan NGT
§  berikan makanan melalui NGT k/p
§  berikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung makan
§  monitor penurunan dan peningkatan BB
§  monitor intake kalori dan gizi

5
Risiko infeksi b/d penurunan imunitas tubuh, prosedur invasive

Setelah dilakukan askep … jam infeksi terkontrol, status imun adekuat dg KH:
·      Bebas dari tanda dangejala infeksi.
·      Keluarga tahu tanda-tanda infeksi.
·      Angka leukosit normal.
Kontrol infeksi.
§  Batasi pengunjung.
§  Bersihkan lingkungan pasien secara benar setiap setelah digunakan pasien.
§  Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat pasien, dan ajari cuci tangan yang benar.
§  Pastikan teknik perawatan luka yang sesuai jika ada.
§  Tingkatkan masukkan gizi yang cukup.
§  Tingkatkan masukan cairan yang cukup.
§  Anjurkan istirahat.
§  Berikan therapi antibiotik yang sesuai, dan  anjurkan untuk minum sesuai aturan.
§  Ajari keluarga cara menghindari infeksi serta tentang tanda dan gejala infeksi dan segera untuk melaporkan  keperawat kesehatan.
§  Pastikan penanganan aseptic semua daerah IV
Proteksi infeksi.
§  Monitor tanda dan gejala infeksi.
§  Monitor WBC.
§  Anjurkan istirahat.
§  Ajari anggota keluarga cara-cara menghindari infeksi dan tanda-tanda dan gejala infeksi.
§  Batasi jumlah pengunjung.
§  Tingkatkan masukan gizi dan cairan yang cukup 

5
Kurang pengetahuan keluarga berhubungan dengan kurang paparan dan keterbatasan kognitif keluarga

Setelah dilakukan askep … jam pengetahuan keluarga klien meningkat dg KH:
·      Keluarga menjelaskan   tentang   penyakit,   perlunya   pengobatan          dan memahami perawatan
·      Keluarga kooperativedan mau kerjasama saat dilakukan tindakan
Mengajarkan proses penyakit
·      Kaji pengetahuan keluarga tentang proses penyakit
·      Jelaskan tentang patofisiologi penyakit dan tanda gejala penyakit
·      Beri gambaran tentaang tanda gejala penyakit kalau memungkinkan
·      Identifikasi penyebab penyakit
·      Berikan informasi pada keluarga tentang keadaan pasien, komplikasi penyakit.
·      Diskusikan tentang pilihan therapy pada keluarga dan rasional therapy yang diberikan.
·      Berikan dukungan pada keluarga untuk memilih atau mendapatkan pengobatan lain yang lebih baik.
·      Jelaskan pada keluarga tentang persiapan / tindakan yang akan dilakukan
6
Cemas berhubungan dengan krisis situasional, hospitalisasi
Setelah dilakukan askep … jam kecemasan terkontrol dg KH: ekspresi wajah tenang , anak / keluarga mau bekerjasama dalam tindakan askep.
Pengurangan kecemasan
·   Bina hubungan saling percaya.
·   Kaji kecemasan keluarga dan identifikasi kecemasan pada keluarga.
·   Jelaskan semua prosedur pada keluarga.
·   Kaji tingkat pengetahuan dan persepsi pasien dari stress situasional.
·   Berikan informasi factual tentang diagnosa dan program tindakan.
·   Temani keluarga pasien untuk mengurangi ketakutan dan memberikan keamanan.
·   Anjurkan keluarga untuk mendampingi pasien.
·   Berikan sesuatu objek sebagai sesuatu simbol untuk mengurang kecemasan orangtua.
·   Dengarkan keluhan keluarga.
·   Ciptakan lingkungan yang nyaman.
·   Alihkan perhatian keluarga untuk mnegurangi kecemasan keluarga.
·   Bantu keluarga dalam mengambil keputusan.
·   Instruksikan keluarga untuk melakukan teknik relaksasi. 

Tidak ada komentar: